• BTN

    BTN

  • BTPN

    BTPN

  • BANK PERMATA

    BANK PERMATA

  • GANDARIA CITY

    GANDARIA CITY

  • CERVINO SARANA PENUNJANG

    CERVINO SARANA PENUNJANG

  • KOJA TRADE MALL

    KOJA TRADE MALL

  • THE GREN HORISON PASTEUR BANDUNG

    THE GREN HORISON PASTEUR BANDUNG

  • ASTON JAKARTA

    ASTON JAKARTA

  • BANK MANDIRI

    BANK MANDIRI

  • THE PEAK HOTEL

    THE PEAK HOTEL & APARTMENT

Libur Lebaran

Pemberitahuan

Untuk menyambut Idul Fitri 1 Syawal 1435 H, maka dengan ini kami sampaikan :

1. Kantor Pusat akan libur mulai tanggal 24 Juli 2014 s/d 3 Agustus 2014. Masuk seperti biasa pada tanggal 4 Agustus 2014.

2. Proyek-proyek akan libur sesuai kesepakatan di Proyek dengan persetujuan Owner/ Pemilik Proyek. Untuk hal-hal yang sangat URGENT, kepada Bapak/ Ibu, mitra kerja kami, dapat menghubungi Project Manager dari masing-masing proyek atau dapat langsung ke kami sendiri (Victor H Sianipar).

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 23 Juli 2014

PT. Dinamika Teknik Selaras

Victor H Sianipar

Direktur Utama

Buka Puasa Bersama Keluarga Besar DTS – 2014

IMG_20140704_223806 IMG-20140715-WA0003 IMG-20140715-WA0004 IMG-20140715-WA0007 IMG-20140715-WA0013 Presentasi DTS Makassar

RAKOR

RAKOR (Rapat Koordinasi)

Kami dalam rentang 1 bulan s/d 2 bulan Rutin mengadakan RAKOR (Rapat Koordinasi), mengundang Karyawan-karyawan dan Para Penanggung Jawab Proyek-proyek.

RAKOR (Rapat Koordinasi), dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan atau silaturahmi antara karyawan baik Pusat maupun proyek, Tukar pengalaman, sharing ilmu, dll seperti yang akan kami jelaskan di paragraf selanjutnya.

Pada RAKOR (Rapat Koordinasi) kali ini kami juga selalu mengundang rekanan/suplier-suplier untuk berbagi/sharing ilmu, seperti pada kali ini kami undang PT. Asahimas Flat Glass Tbk & PT. Harmoni Mitra Sukses.

 

rakor 3

 

rakor 1

 

rakor 2

 

Reportase by  Handoko Aji

Pindah Kantor Pusat

Puji syukur kepada Tuhan YME, atas ijin dan Rahmat-Nya PT. Dinamika Teknik Selaras pindah Kantor Pusat dari Gedung Perkantoran Pulomas I ke Gedung baru di Jl. Pemuda No. 34 (Gedung 34), Rawamangun – jakarta Timur.

syukuran 1

Dihadiri oleh para karyawan Kantor Pusat dan dari Karyawan (pimpinan Proyek) yang tersebar di beberapa Proyek di Indonesia.

Di antara yang hadir terlihat:

Bpk. Ir. Victor H sianipar, MM (Direktur)

Bpk. Ir. Slamet (PM Proyek Manado)

Bpk. Ir. Vincent (PM Proyek Ascott Jakarta)

Bpk. Bachtiar (engineering Proyek Menteng Residence Jakarta Pusat)

Bpk. Ir. Dayanto (PM Proyek Vida View Makassar)

Bpk. Ir. Oloan (PM Proyek New Royal Kawanua Manado)

Bpk. Ir.Darsono (PM Proyek The Green Pasteur Bandung)

Dll

Dengan pindahnya Kantor baru, semoga semangat, etos dan sikap kerja para karyawan semakin meningkat dan sukses mengiringi kami PT. Dinamika Teknik Selaras, untuk berkontribusi membangun dan berbakti kepada Negeri.

 

Reportase by Handoko Aji

 

 

 

 

Company Profile DTS 2014

PROJECT MANAGER (PM) VERSUS CONSTRUCTION MANAGER (CM)

1. LATAR BELAKANG.

PM VS CM identik dengan mempermasalahkan Project Management VS Construction Management .

Apa bedanya ? Pemahaman dari sisi istilah dan bagaimana dalam sisi praktek ? Apakah kedua istilah tersebut tidak sebaiknya dijelaskan saja sebagai arti kata, ibarat menjelaskan dalam kamus istilah ?

Kalau ini proses yang akan dilakukan, maka kembali kita tidak memahami hakekat kedua istilah tersebut.

2. PROJECT VS CONSTRUCTION.

Kata Manager ataupun Management adalah kata yang sama melekat pada Project atau Construction. Maka jelas, yang membedakan PM dengan CM terletak dari arti Project dan Construction.

Project  adalah satu atau sejumlah tindakan/aktifitas untuk menghasilkan (goal) tertentu dengan berbagai batasan yang disepakati.

(Misalnya : batasan waktu, batasan dana, batasan mutu dan lain-lain).

Construction  (dalam pemahaman industri konstruksi) adalah satu atau sejumlah aktifitas yang dilakukan untuk mewujudkan bentuk fisik suatu konstruksi.

Tergantung pihak atau kedudukan dalam Project Team, maka pemahaman proyek akan bisa berbeda.

Developer memulai proyek sejak keinginan untuk mengembangkan proyek terbersit dalam pikirannya, dan bisa saja menganggap proyek berakhir setelah properti yang terbangun sudah laku semua dan hutang/piutang sudah terselesaikan.

Kontraktor spesialis pancang memulai dan mengakhiri proyeknya sesuai bunyi kontraktornya dan pimpinan pelaksanaan di lapangan dia sebut Project Manager.

Maka Project Manager adalah pimpinan proyek sesuai definisi/lingkup proyek yang menjadi lingkupnya.

Construction terbatas pada aktifitas yang terkait dengan upaya/proses pelaksanaan, namun mari kita perhatikan skema berikut :

 PM VS CM

Construsction Management, meliputi pengendalian proses konstruksi. Tapi tidakkah proses tender juga terkait erat dengan konstruksi ? Kadang-kadang perencanaanpun bisa terikut dalam lingkup CM, namun konstruksi selalu ada disana.

3. PM & CM.

Bila tadi kita mempertentangkan dan mencari perbedaan dan arti masing-masing istilah, dalam kenyataan, apa lingkup dari PM dan CM ?

Apabila anda sebagai CM, apa lingkupnya ? Lingkupnya bukan berbagai penjelasan diatas. Lingkup CM adalah sesuai dengan apa yang diperjanjikan demikian juga saat konsultan disebut Project Management Consulting Services.

Author : Victor H Sianipar

SHOP DRAWING

SHOP DRAWING
1. UMUM
Bagi pelaku industry konstruksi ; Shop Drawing sudah menjadi istilah yang sering terdengar, terutama saat proyek tengah berlangsung.
Apa yang dimaksud dengan Shop Drawing? Apa bedanya dengan berbagai gambar-gambar lain yang diproduksi selama proses proyek?
 Gambar Tender? (Tender Drawing).
 Gambar Kontrak? (Contract Drawing).
 Gambar Pelaksanaan? (For Construction Drawing).
 Gambar Kerja? (Shop Drawing).
 Gambar Terlaksana? (As Build Drawing).
Dalam proses perencanaan masih ada sebutan untuk gambar-gambar yang diproduksi selama perencanaan.
 Gambar Konsep (Concept Drawing).
 Gambar Skematic (Schematic Drawing).
 Gambar Pengembangan Rancangan (Design Development Drawing).
 Gambar Perencanaan (Detail Engineering Drawing).

2. MEMAHAMI SHOP DRAWING
Tidak kita sadari, evolusi dalam industri konstruksi terjadi di berbagai aspek dan komponen industry konstruksi. Buku harian yang dikenal dalam AV-41 (Algemene Voorwaarden Voor De Uitvoering Bij Aanneming van Openbare Werken), sebagai cara komunikasi diantara pelaku industry dalam pelaksanaan proyek sudah ditinggalkan +/- 40 tahun.
Gambar perencanaan praktis menjadi gambar kontrak dan sekaligus menjadi Gambar Pelaksanaan. Gambar Kerja praktis tidak dibutuhkan, karena kualitas gambar perencanaan sudah cukup detail dipergunakan untuk pelaksanaan.
Kontraktor sudah dapat langsung membuat “daftar potong bengkok besi” (Bar Bending Schedule), pembuatan Gambar Kerja umumnya terbatas pada konstruksi baja atau kayu yang akan terlebih dahulu diproduksi di bengkel.
Gambar balok beton “dahulu” sudah sekualitas “shop drawing” sekarang, diameter, jumlah, penghentian tulangan dan bentuk tekuk jelas tergambar, baik untuk tulangan utama, maupun untuk sengkang.
Saat ini, umumnya penggambaran setiap disiplin pekerjaan dibagi dalam 3 kelompok gambar :
 Standard Detail Drawing dan Notasi.
 Gambar pokok/rujukan, denah, tampak & potongan.
 Gambar detail.
Harus dipahami bahwa Gambar Kerja (Shop Drawing) adalah gambar terakhir yang dipergunakan untuk pelaksanaan, dan karena itu gambar kerja ini tidak boleh salah agar pelaksanaan tidak salah.

3. MEMBUAT SHOP DRAWING
Memahami tujuan Shop Drawing, maka pembuatan Shop Drawing harus menjadi produk dari proses engineering, bukan sekedar membuat gambar detail. Gambar kerja struktur harus benar terhadap tuntutan pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal dan tidak boleh salah terhadap arsitektur. Gambar kerja harus sesuai dengan kenyataan/ukuran lapangan dan harus sesuai terhadap material dan alat/peralatan yang akan digunakan/dipasang.

chart 2

Kontraktor harus memahami, bahwa kesalahan shop drawing ataupun pelaksanaan terhadap ketentuan kontrak, adalah menjadi tanggung jawab kontraktor.

Kontraktor haruslah mendapatkan dokumen yang cukup dan kualitas memadai untuk dapat memproduksi shop drawing, dank arena itu kontraktor harus meminta kekurangan dokumen perencanaan, dan sebaliknya Pemilik/Perencana/MK wajib memenuhinya.
Kontraktor harus mempelajari semua dokumen pendukung, gambar, spesifikasi, keadaan lapangan, material/Equipment yang akan dipergunakan, dan menyajikan secara baik dalam shop drawing.

4. PENGENDALIAN SHOP DRAWING
Shop Drawing adalah bagian dari proses konstruksi yang teramat penting, dank arena itu harus dikendalikan untuk dapat memenuhi fungsi dalam pelaksanaan maupun untuk pembuatan As Build Drawing, maupun memastikan perubahan terhadap Gambar Pelaksanaan atau perubahan sebagai Variation Order (VO).
 Kendali Gambar Shop Drawing.
Produksi Shop Drawing harus dikendalikan, penomoran, tanggal dan memastikan, merupakan bagaian mana dari gambar Pelaksanaan. Kendali ini sebaiknya tercantum dalam gambar Pelaksanaan yang digunakan sebagai gambar kendali (disarankan dalam ukuran A3).
 Format Shop Drawing.
Mencegah upaya “copy paste”, sebaiknya format Shop Drawing diubah dari format Gambar Pelaksanaan. Apabila format Gambar Pelaksanaan dibuat dengan judul/Head vertical disebelah kanan, ada baiknya Shop Drawing diproduksi dengan Judul/Head mendatar disisi bawah gambar.
 Referensi.
Shop Drawing harus secara jelas menuliskan gambar/dokumen yang menjadi acuannya secara terinci (Referensi), membuktikan bahwa proses engineering telah dilakukan pada acuan yang seharusnya dan memudahkan MK ataupun pemeriksa/penyetuju lanjut.
 Penandatanganan Sisi kontraktor.
Sebagaimana lazimnya, maka penandatanganan Shop Drawing sisi Kontraktor memuat : digambar oleh, diperiksa oleh dan disetujui oleh.
 Penandatangan Persetujuan Pemilik, Perencana dan MK.
Gambar-gambar prinsip, sebaiknya diperiksa oleh perencana agar ide, system dan prinsip perencanaan yang diinginkan tercapai. Sering juga Pemilik ikut menyetujui, terlebih untuk performance arsitektur ataupun yang mengakibatkan perubahan atau pekerjaan tambah/kurang.
Pemeriksaan dan persetujuan oleh MK harus melibatkan disiplin Arsitektur, Struktur dan ME terlebih bila disiplin pekerjaan tersebut seharusnya terjadi pada lingkup yang sama.
Pernyataan bahwa : persetujuan Shop Drawing tidak melepaskan Kontraktor dari semua ketentuan dalam kontrak, harus tercantum dengan jelas, apakah dicetak atau di stempel.
 Monitoring/Kendali.
Syarat-syarat kontrak memberi tenggang waktu untuk memeriksa dan menyetujui/menolak Shop Drawing.
Keterbatasan waktu, dan tuntutan percepatan, terutama karena keterlambatan pelaksanaan, tenggang waktu dalam RKS tidak mudah diberlakukan dan disepakati waktu yang lebih cepat.
Shop Drawing harus di list dalam monitoring, sehingga kapan diterima MK, kapan disetujui tercatat dengan baik, termasuk beberapakali revisi dan distribusi gambar.
 Filing.
Filing adalah bagian penting terutama untuk perhitungan quantity, pekerjaan tambah/kurang dan untuk membuat As Build Drawing.
5. FORMAT-FORMAT
Format-format dan flow-chart terkait dapat dilihat dan di-unduh melalui Drop Box :
 Flow-chart Shop Drawing.
 Format Shop Drawing.
 Format Monitoring Shop Drawing.
 Contoh Gambar Kendali & Filing.

Author : Victor H  Sianipar

PENINGGIAN JALAN THAMRIN – 1978

Pada tahun 1978, telah dilakukan peninggian Jl. Thamrin mulai dari Air Mancur BI hingga Bundaran HI. Hal ini dilakukan untuk mencegah banjir di Jl. Thamrin dan Jalan Sunda disebelah Sarinah.

Maka selain menanam saluran precast sepanjang Jl. Thamrin, juga membuat gorong-gorong menyeberang Jl. Thamrindari Jl. Sunda serta menanam precast beton berbentuk saluran diisi pipa-pipa pvc dengan tujuan agar Jl. Thamrin tidak digali lagi untuk menyeberangkan instalasi.

JAM KERJA
Awalnya rencana jam kerja adalah bebas dengan mengerjakan setengah bagian dikerjakan dan diselesaikan terlebih dahulu, dilanjutkan dengan setengah bagian lagi. Namun hal ini dirubah oleh DKI, dan menginstruksikan jam kerja hanya pada malam hari, jam 22.00 – 06.00 pagi, hari berikutnya.

jalan 1

KONSTRUKSI JALAN

Semua pelapisan jalan untuk peninggian dilakukan dengan ATB (Asphalt Treated Base) diakhiri dengan ASC (Asphalt Surface Course). Tujuannya adalah agar setiap pagi selesai kerja, sudah dapat dilalui kendaraan.
Didepan Sarinah, permukaan jalan lama (yang pertama), berada 120cm dibawah jalan saat itu, sementara timbunan/peninggian 90cm.
Maka kalau setiap 5 tahun overlay 6cm, elevasi jalan pertama akan berada 245cm dibawah permukaan jalan sekarang.

GORONG-GORONG

jalan 2

Gorong-gorong menyeberang Jl. Thamrin dari Jl. Sunda terdiri dari 2 buah gorong-gorong dari bahan Armco dengan Ø 180cm.
Gorong-gorong ini terdiri dari baja bergelombang, segmented, yang dirakit sedemikian membentuk lingkaran /pipa memanjang. (lihat gambar-2)

CONDUIT / CBALE TRENCH

jalan 3

Precast beton yang diisi dengan pipa-pipa PVC ditanam sebagai conduit /Cable Trench, agar setiap kali menyeberangkan instalasi tidak perlu lagi melakukan galian, tetapi menggunakan PVC yang sudah tertanam.
Proyek ini merupakan langkah terobosan dengan tujuan penggunaan material dan cara pelaksanaan, dialhir masa jabatan Gubernur DKI, Bapak Ali Sadikin.

Author : Victor H sianipar

Perencanaan Bangunan

31

Terkadang perencanaan pada sebuah bangunan akan banyak memakan waktu, ini semua dikarenakan banyaknya perubahan atau revisi dari kemauan owner, dimana kita harus terus menerus mencari tau keinginan owner, apa saran dari kita, dan juga referensi yang kita ajukan sebagai pertimbangan material apa yang dapat digunakan.

Perubahan dari desain tersebut pasti juga akan berpengaruh pada biaya, waktu yang telah ditentukan (scheduling) dan banyak lagi pengaruh pada apa yang sudah kita rencanakan.

41

Tetapi sadarkah anda bahwa perubahan yang dilakukan tersebut memang harus anda lakukan, karna proses perencanaan akan berjalan dengan baik apabila komunikasi anda dengan owner juga berjalan dengan baik, dan hasil dari semuanya adalah hasil karya yang memuaskan owner, bahkan kita sebagai perencana.

11Selamat Berkarya!

Author : Richiesan